CACING PLANARIA PDF

Planaria tubuhnya selain pipih juga lonjong, dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara 0,mm. Bagian anterior kepala berbentuk segi tiga memiliki dua buah bintik mata Bintik mata Planaria hanya berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya dan belum merupakan alat penglihatan yang dapat menghasilkan bayangan Soemadji, Planaria tubuhnya pipih, lonjong dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara mm. Bagian anterior kepala berbentuk segitiga tumpul, berpigmen gelap kearah belakang, mempunyai 2 titik mata di mid dorsal. Lubang mulut berada di ventral tubuh agak kearah ekor, berhubungan dengan pharink proboscis berbentuk tubuler dengan dinding berotot, dapat ditarik dan dijulurkan untuk menangkap makanan.

Author:Tar Shaktit
Country:Kazakhstan
Language:English (Spanish)
Genre:Sex
Published (Last):17 September 2012
Pages:423
PDF File Size:13.19 Mb
ePub File Size:18.10 Mb
ISBN:113-1-20033-566-4
Downloads:71244
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Kiramar



Planaria tubuhnya selain pipih juga lonjong, dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara 0,mm. Bagian anterior kepala berbentuk segi tiga memiliki dua buah bintik mata Bintik mata Planaria hanya berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya dan belum merupakan alat penglihatan yang dapat menghasilkan bayangan Soemadji, Planaria tubuhnya pipih, lonjong dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara mm.

Bagian anterior kepala berbentuk segitiga tumpul, berpigmen gelap kearah belakang, mempunyai 2 titik mata di mid dorsal. Lubang mulut berada di ventral tubuh agak kearah ekor, berhubungan dengan pharink proboscis berbentuk tubuler dengan dinding berotot, dapat ditarik dan dijulurkan untuk menangkap makanan. Di bagian kepala, yaitu bagian samping kanan dan kiri terdapat tonjolan menyerupai telinga disebut aurikel.

Tepat di bawah bagian kepala terdapat tubuh menyempit, menghubungkan bagian badan dan bagian kepala, disebut bagian leher. Di sepanjang tubuh bagian ventral diketemukan zona adesif. Zona adesif menghasilkan lendir liat yang berfungsi untuk melekatkan tubuh planaria ke permukaan benda yang ditempelinya. Di permukaan ventral tubuh planaria ditutupi oleh rambut-rambut getar halus, berfungsi dalam pergerakan Jasin, Cacing Planaria yang sudah mencapai dewasa, mempunyai sistem reproduksi jantan dan betina, jadi bersifat monoecous hermaprodit.

Testis dan ovarium Planaria berkembang dari sel-sel formatif dari parenchym. Perkembangbiakan Planaria secara aseksual terjadi dengan pembelahan arah transversal. Seekor cacing Planaria dapat mengalami kontriksi penyempitan biasanya di belakang faring, kemudian membelah dan masing-masing potongan melengkapi bagian tubuhnya menjadi individu-individu baru.

Reproduksi secara seksual, dua Planaria saling melekat pada sisi ventral-posterior tubuhnya dan terjadi kopulasi, penis masing-masing dimasukkan kedalam atrium genitalis.

Sperma dari vesikula seminalis pada sistem reproduksi jantan masing-masing masuk ke seminal reseptacle cacing pasangannya, saling bertukaran produk sex antara dua individu yang berbeda di sebut cross fertilisasi, dan transfer langsung sperma dari jantan ke organ kelamin betina di sebut fertilisasi internal.

Setelah perkawinan selesai, 2 cacing tersebut memisah, dan sperma mengadakan migrasi di dalam oviduck, untuk membuahi telur-telur.

Beberapa zygot dan banyak sel-sel yolk kemudian bersatu didalam kapsul yang terpisah di dalam kulit telur, di buat oleh dinding atrium kemudian keluar. Perkembangan secara langsung tidak ada stadium larva. Perkembangan planaria secara aseksual di alam, dilakukan selain bulan februari-maret. Selain itu faktor abiotik yang minimum membantu perkembangan planaria secara aseksual Isnaini, Sistem reproduksi pada kebanyakan cacing pipih sangat berkembang dan kompleks. Reproduksi aseksual dengan cara memotong tubuh di alami oleh sebagian besar anggota Turbellaria air tawar.

Reproduksi pada Planaria dapat di lakukan dengan vegetatif secara membelah diri dan secara generatif dengan perkawinan. Planaria ini merupakan hewan hermaprodit monoceus tetapi tidak mampu melakukan pembuahan sendiri. Kedua alat kelamin ini berkembang dari sel-sel formatif pada parenkhim JICA, Planaria merupakan hewan yang menghindari cahaya kuat, dan di siang hari beristirahat di dalam air berlindung pada suatu objek, berkelompok ekor.

Cacing ini jarang bergerak dengan cara merayap tetapi dengan cara meluncur. Cacing ini memakan crustacea kecil-kecil yang tertangkap oleh mucus yang di sekresikan. Salah satu keunikan dari cacing ini adalah cara reproduksi dimana cacing ini melakukan regenerasi dengan cara membelah diri. Jika mendapat cukup makan, badan Planaria akan memanjang, kemudian di dekat bagian posterior faring terjadi penyempitan dan meregang, sehingga akhirnya putus Sutikno, Regenerasi Planaria Reganerasi adalah kemampuan untuk memproduksi sel, jaringan atau bagian tubuh yang rusak, hilang atau mati.

Planaria menunjukan daya regenerasi yang kuat, bila cacing tersebut mengalami luka baik secara alami maupun secara buatan, bagian tubuh manapun yang mengalami kerusakan akan diganti dengan yang baru. Individu cacing yang di potong-potong akan menghasilkan cacing-cacing kecil yang utuh, Setiap potongan dapat tumbuh kembali regenerasi menjadi individu-individu baru yang lengkap bagian-bagiannya seperti induknya Sutikno, Sepotong potongan membujur dari bagian samping akan beregenerasi dengan normal, jika potongan itu tetap lurus.

Jika potongan itu membengkok atau melengkung, maka kepala akan tumbuh pada bagian samping dalam. Jika kepala Planaria dibelah akan dapat terbentuk seekor Planaria yang berkepala dua, kemudian jika pembelahan ini dilanjutkan ke posterior sampai terjadi dua buah belahan, maka tiap belahan akan dapat tumbuh menjadi seekor cacing yang lengkap bagian-bagiannya seperti induknya.

Tahapan Regenerasi Planaria dimulai dengan adanya neoblast yang akan tampak terhimpun pada permukaan luka bagian sebelah bawah epithelium sehingga terbentuknya suatu blastema yang kemudian struktur sel mengalami diferensiasi dalam pertumbuhan blastema dan dibawah kondisi yang optimal mengalami regenerasi berpoliferasi 12 membentuk bagian-bagian yang hilang.

Tahapan regenerasinya sebagai berikut dediferensiasi blastema-rediferensiasi Radiopoetra, Suatu organisme dapat hidup, tumbuh dan berkembang biak serta menjaga kelangsungan hidupnya hanya dalam batas-batas kisaran toleransi, dengan kondisi faktor-faktor abiotik dan ketersediaan sumberdaya tertentu saja Kramadibrata, Kemampuan berkembangbiak menghasilkan individu baru yang hidup adalah merupakan ciri dasar dari semua tanaman dan hewan-hewan Hadikastowo, Planaria berkembangbiak dengan cara seksual dan aseksual.

Planaria yang sudah dewasa mempunyai sistem reproduksi jantan dan betina, jadi bersifat monoecious hermafrodit. Testis dan ovarium berkembang dari sel-sel formatif. Reproduksi seksual planaria dilakukan dengan cara dua planaria saling melekat pada sisi ventral-posterior tubuhnya dan terjadi kopulasi cross fertilisasi , saling pertukaran produk seks antara dua planaria yang berbeda.

Planaria melakukan reproduksi seksual setiap tahun di bulan Februari-Maret. Setelah masa reproduksi seksual, alat reproduksi mengalami degenerasi dan planaria kemudian mengalami masa reproduksi aseksual Kastawi, dkk. Fragmentasi merupakan proses reproduksi aseksual pada planaria, dengan membelah diri secara transversal, masing-masing belahan mengembangkan bagian-bagian yang hilang dan berkembang menjadi satu organisme utuh. Meskipun jumlah individu yang dihasilkan dengan reproduksi aseksual itu sangat besar, tetapi proses ini mempunyai batasan yang serius, yaitu bahwa tiap turunan identik dengan induknya Barnes, dkk.

Kemampuan planaria mengembangkan bagian-bagian tubuh yang hilang, hingga terbentuk planaria baru yang lengkap pada reproduksi aseksual, menyebabkan planaria dikatakan mempunyai daya regenerasi yang tinggi.

Apabila tubuhnya disayat dipotong , planaria akan segera memperbaiki bagian tubuhnya yang dipotong dengan proses epimorfis yaitu perbaikan yang dilakukan dengan cara proliferasi jaringan baru blastema , di atas jaringan lama sehingga akan terbentuk planaria baru yang sempurna. Fenomena ini menarik untuk diteliti, khususnya mengenai pertumbuhan dan perkembangan planaria setelah dilakukan regenerasi secara buatan, yaitu dengan memotong melintang planaria menjadi 2 dan 3 bagian.

Pengamatan terhadap planaria yang dipotong ini dilakukan hingga tumbuh kuncup pada bagian yang hilang dan berkembang menjadi planaria baru yang lengkap. Meskipun hidup di air planaria tidak berenang, tetapi bergerak dengan cara meluncur dan merayap. Gerakan meluncur terjadi dengan bantuan silia yang ada pada bagian ventral tubuhnya dan zat lendir yang dihasilkan oleh kelenjar lendir dari bagian tepi tubuh.

Gerakan silia yang menyentuh jalur lendir menyebabkan hewan bergerak. Selama berjalan meluncur, gelombang yang bersifat teratur tampak bergerak dari kepala ke arah belakang. Pada gerak merayap, tubuh planaria memanjang sebagai akibat dari kontraksi otot sirkular dan dorsoventral.

AT-43 THERIAN ARMY BOOK PDF

CACING PLANARIA

Hewan ini pasti banyak dikenal karena keunikan regenerasi tubuhnya ketika dipotong. Planaria adalah hewan invertebrata yang masuk dalam Filum Platyhelminthes alias Cacing Pipih. Dugesia spp. Apakah kalian sudah tahu jika hewan ini memiliki peranan penting untuk lingkungan?

DAVID DOLLAR AND AART KRAAY SPREADING THE WEALTH PDF

Planaria Si Cacing Pipih Pemakan Daging

Planaria tubuhnya selain pipih juga lonjong, dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara 0,mm. Bagian anterior kepala berbentuk segi tiga memiliki dua buah bintik mata Bintik mata Planaria hanya berfungsi untuk membedakan intensitas cahaya dan belum merupakan alat penglihatan yang dapat menghasilkan bayangan Soemadji, Planaria tubuhnya pipih, lonjong dan lunak dengan panjang tubuh kira-kira antara mm. Bagian anterior kepala berbentuk segitiga tumpul, berpigmen gelap kearah belakang, mempunyai 2 titik mata di mid dorsal.

EL PRINCIPE CENICIENTO CUENTO PDF

MORFOLOGI dan KLASIFIKASI CACING PLANARIA

Reproduksi Seksual[ sunting sunting sumber ] Pada reproduksi seksualnya, planaria dikenal sebagai hewan hermafrodit. Individu planaria yang bereproduksi secara seksual sexual strain mampu membentuk organ reproduksi yang berkembang pasca masa embrional, sedangkan individu yang bereproduksi secara aseksual asexual strain gagal membentuk organ reproduksi sehingga mutlak bereproduksi melalui pembelahan transversal Chong et al. Planaria yang sudah dewasa mempunyai sistem reproduksi jantan dan betina, jadi bersifat monoecious hermafrodit. Testis dan ovarium berkembang dari sel-sel formatif. Reproduksi seksual planaria dilakukan dengan cara dua planaria saling melekat pada sisi ventral-posterior tubuhnya dan terjadi kopulasi cross fertilisasi , saling pertukaran produk seks antara dua planaria yang berbeda.

Related Articles