KONSILI NICEA PDF

Dalam diskusi-diskusi ini, beberapa tokoh yang menonjol adalah Arius dengan beberapa pengikutnya. Akan tetapi tatkala beberapa bagian yang lebih mengejutkan dari tulisan-tulisannya dibacakan, hampir semuanya dipandang sebagai penghujatan. Eusebius dari Kaisarea meminta hadirin untuk mempertimbangkan kredo pembaptisan yang dipergunakan keuskupannya di Kaisarea , Palestina, sebagai suatu bentuk rekonsiliasi. Mayoritas uskup menyetujuinya. Dahulu para akademisi berpikir bahwa Kredo Nicea yang asli didasarkan pada pernyataan Eusebius itu. Saat ini kebanyakan akademisi berpikir bahwa Kredo tersebut berasal dari kredo pembaptisan di Yerusalem , sebagaimana dikemukakan oleh Hans Lietzmann.

Author:Malagul Zulukus
Country:Cuba
Language:English (Spanish)
Genre:Career
Published (Last):22 April 2010
Pages:323
PDF File Size:6.70 Mb
ePub File Size:18.50 Mb
ISBN:860-7-11762-709-6
Downloads:5536
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Tusida



Konsili Vatikan Pertama , ; memperjelas doktrin infalibilitas kepausan ; ditolak oleh Gereja Katolik Lama Konsili Vatikan Kedua , — ; pembaruan terhadap liturgi Roma "sesuai dengan norma yang murni dari para Bapak Gereja ", dekret-dekret pastoral tentang hakikat Gereja dan hubungannya dengan dunia modern, pemulihan teologi tentang komuni, peningkatan studi Kitab Suci dan Alkitab, kemajuan ekumenis menuju rekonsilias dengan Gereja-gereja lain. Penerimaan terhadap Konsili[ sunting sunting sumber ] Gereja Katolik Roma: menerima no.

Status dari konsili-konsili ini di hadapan rekonsiliasi Katolik-Ortodoks akan tergantung pada apakah orang menerima eklesiologi Katolik Roma keutamaan paus atau eklesiologi Ortodoks kerekanan dari otosefalus — atau pimpinan — Gereja-gereja. Dalam kasus yang pertama, Konsili-konsili yang lainnya akan mendapatkan status ekumenis.

Dalam kasus yang belakangan, mereka akan dianggap sebagai sinode-sinode lokal yang tidak memiliki otoritas di antara Gereja-gereja otosefalus yang lainnya. Tujuh konsili pertama dihimpunkan oleh kaisar mula-mula oleh Kaisar Roma Kristen dan belakangan yang disebut Kaisar Bizantium , yaitu Kaisar-kaisar Romawi yang beribu kota di Timur.

Kebanyakan sejarahwan sepakat bahwa kaisar-kaisar menghimpunkan Konsili untuk memaksa para uskup Kristen untuk memecahkan masalah-masalah yang memecah-belah dan untuk mencapai konsensus. Mereka berharap bahwa mempertahankan kesatuan di dalam Gereja akan menolong mempertahankan kesatuan wilayah Kekaisaran.

Hubungan antara Kepausan dengan keabsahan Konsili-konsili ini merupakan dasar dari banyak pertikaian antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur dan bagi para sejarahwan. Gereja Ortodoks Timur: menerima no. Rapat-rapat lokal dari para pejabat hierarkhi dinamai "pan-Ortodoks", tetapi semua ini pada umumnya hanyalah sekadar rapat-rapat para pejabat hierarkhi lokal dari yurisdiksi Ortodoks Timur manapun yang menjadi bagian dari masalah lokal yang spesifik. Dari sudut pandangan ini, tidak ada Konsili yang sepenuhnya "pan-Ortodoks" Ekumenis sejak Malangnya, penggunaan istilah "pan-Ortodoks" membingungkan bagi mereka yang bukan menjadi bagian dari Gereja Ortodoks Timur, dan hal ini membawa kepada kesan-kesan yang keliru bahwa semua ini adalah Konsili Ekumenis ersatz dan bukan semata-mata konsili lokal yang kepadanya para pejabat hierarkhi Ortodoks yang ada di dekatnya, apapun juga yurisdiksinya, diundang.

John S. Romanides , dan Rm. George Dragas , dan Ensiklik Para Patriarkh Timur yang merujuk secara eksplisit kepada "Konsili Ekumenis Kedelapan" dan yang ditandatangani oleh para Patriarkh dari Konstantinopel , Yerusalem , Antiokhia , dan Alexandria serta Sinode-sinode Suci dari ketiga patriarkh yang pertama , menganggap sinode-sinode lainnya di luar Konsili Ekumenis Ketujuh sebagai konsili yang ekumenis. Sebagian Gereja Protestan, termasuk sejumlah Gereja fundamentalis dan nontrinitarian , mengutuk Konsili Ekumenis karena alasan-alasan lain.

Independensi atau kongregasionalisme di antara kaum Protestan mencakup penolakan terhadap struktur pemerintahan atau otoritas apapun yang mengikat di atas jemaat-jemaat lokal. Karena itu ketaatan kepada keputusan-keputusan dari konsili-konsili dianggap semata-mata bersifat suka rela dan Konsili harus dianggap mengikat sejauh bahwa doktrin-doktrin tersebut diambil dari Kitab Suci.

Banyak dari Gereja-gereja ini menolak gagasan bahwa ada suatu otoritas lain di luar para penulis Kitab Suci yang dapat secara langsung memimpin orang-orang Kristen lain melalui otoritas ilahi yang asli; setelah Perjanjian Baru , demikian mereka menyatakan, pintu-pintu pewahyuan telah ditutup.

Mereka menganggap doktrin-doktrin baru yang bukan berasal dari kanon Kitab Suci yang telah disegel tidak mungkin dan tidak perlu — entah diusulkan oleh Konsili Gereja ataupun oleh nabi -nabi yang lebih baru. Para pendukung Konsili berpendapat bahwa Konsili tidak menciptakan doktrin-doktrin baru melainkan semata-mata menerangi doktrin-doktrin yang sudah ada di dalam Kitab Suci yang telah terlupakan.

Oriental Ortodoksi: menerima no. Gereja Asiria: menerima no. Mormonisme: tak menerima satupun[ sunting sunting sumber ] Gereja Yesus Kristus dari Orang-orang Suci Zaman Akhir menolak Konsili Ekumenis pada abad-abad pertama karena apa yang mereka anggap sebagai upaya manusia yang sesat tanpa bantuan ilahi untuk memutuskan masalah-masalah doktrin seolah-olah doktrin harus diturunkan melalui perdebatan demokratis atau politik ketimbang melalui pewahyuan.

Penghimpunan Konsili seperti itu bahkan dianggap sebagai cukup bukti bahwa Gereja Kristen yang asli telah jatuh ke dalam kemurtadan dan tidak lagi secara langsung dipimpin oleh otoritas ilahi. Mereka menganggap penghimpunan Konsili seperti itu, misalnya, oleh seorang Kaisar Roma, yang belum dibaptiskan apalagi tidak ditahbiskan sebagai sebuah tindakan yang absurd dan menegaskan bahwa kaisar-kaisar itu menggunakan Konsili untuk menunjukkan pengaruh mereka dalam membentuk dan melembagakan agama Kristen sesuai dengan selera mereka.

Konsili yang pertama dan konsili-konsili yang berikutnya tidak diakui oleh Gereja -gereja nontrinitarian : Arian , Unitarian , Saksi-Saksi Yehuwa dll. Hubungan antara Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur[ sunting sunting sumber ] Dalam beberapa puluh tahun terakhir banyak teolog Katolik Roma dan bahkan sejumlah Paus telah berbicara tentang ketujuh Konsili pertama sebagai ekumenis dalam pengertian "lengkap dan selayaknya", mendapatkan penerimaan oleh Gereja Timur maupun Barat. Lebih dari itu, Paus Yohanes Paulus II , dalam ensikliknya Ut Unum Sint "Agar mereka kiranya menjadi satu" , mengundang orang-orang Kristen lainnya untuk membicarakan bagaimana keutamaan Uskup Roma selayaknya diterapkan sejak sekarang.

Ia berkata bahwa masa depan mungkin dapat menjadi pembimbing yang lebih baik daripada masa lalu. Dalam cara ini, Uskup Roma memungkinkan pengembangan sebuah eklesiologi yang akan lebih dapat diterima oleh Timur dan Barat, yang akan memungkinkan rekonsiliasi antara Gereja Katolik Roma dan Gereja-gereja Ortodoks dan akan memberikan pemahaman bersama tentang wibawa Konsili yang disebut ekumenis. Saling ekskomunikasi pada antara Paus Roma dan Patriarkh Konstantinopel dibatalkan pada oleh para pengganti mereka pada masa itu.

Sementara Gereja-gereja ini kini berusaha menciptakan rekonsiliasi, pemulihan persekutuan yang penuh pun akan membutuhkan waktu.

POSSESSED KATE CANN PDF

Konsili Ekumenis

Misalnya dalam agama Islam, ada Shia dan Sunni. Sampai sekarang masih ada pertentangan tentang khalifah yang syah, kedatangan Imam Mahdi, cara Sholat dll. Sufi dan Ahmadiyah juga mempunyai kepercayaan yang berbeda dengan Sunni. Demikian juga dengan umat Kristen, baik sekarang maupun dulu — ada beberapa aliran kepercayaan, bidat, dan sekte dengan bermacam-macam pandangan tentang teologia.

GERALD SCHUELER ENOCHIAN MAGICK PDF

Pembicaraan:Konsili Nicea I

Konsili direncanakan semula diadakan di Ancyra namun kemudian dipindahkan ke Nicea dan dibuka pada 20 Mei Konsili dibuka oleh kaisar, Constantinus. Tujuan utama Constantinus adalah untuk menjamin adanya kesatuan dan kestabilan politik dalam kerajaannya jika dibandingkan dengan perumusan keputusan teologis tentang Trinitas. Sesudah pidato pembukaan oleh kaisar, pimpinan konsili dialihkan kepada Hosius, uskup Cordoba yang telah menemani Constantinus dari Barat, meskipun ada beberapa pandangan yang menginginkan agar Eusthathius, uskup Antiokia, yang menjadi pemimpin konsili. Golongan Arian mempersembahkan Pengakuan Iman Arianisme yang disusun oleh Eusebius dari Nikomedia, namun konsili segera menolaknya.

LA PANZA DEL TEPOZTECO PDF

Konsili Nicea I

Versi ini diterjemahkan oleh Yamuger. Aku percaya kepada satu Allah,Bapa Yang Mahakuasa,Pencipta langit dan bumi,segala kelihatan dan yang tak kelihatan. Allah dari Allah,Terang dari Terang. Allah Yang Sejati dari Allah Yang Sejati,diperanakkan,bukan dibuat;sehakekat dengan Sang Bapa,yang dengan perantaraan-Nya segala sesuatu dibuat; yang telah turun dari sorga untuk kita manusia dan untuk keselamatan kita; dan menjadi daging oleh Roh Kudus dari anak dara Maria;dan menjadi manusia;yang disalibkan bagi kita di bawah pemerintahan Pontius Pilatus;menderita dan dikuburkan;yang bangkit pada hari ketiga,sesuai dengan isi kitab-kitab, dan naik ke sorga; yang duduk di sebelah kanan Sang Bapa dan akan datang kembali dengan kemuliaan untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati; yang kerajaan-Nya takkan berakhir. Aku percaya kepada Roh Kudus,yang jadi Tuhan dan Yang menghidupkan,yang keluar dari Sang Bapa dan Sang Anak,yang bersama-sama dengan Sang Bapa dan Sang Anak disembah dan dimuliakan; yang telah berfirman dengan perantaraan para nabi. Aku percaya satu gereja yang kudus dan am dan rasuli. Aku mengaku satu baptisan untuk pengampunan dosa.

Related Articles